Tips Install Dan Menggunakan Rsync

Sebelum kita bahas install Rsync, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu Rsync?

Rsync adalah tool untuk melakukan transfer atau sinkronisasi file dan struktur direktori beserta isinya (tree) secara satu arah, baik di PC yang sama maupun antar PC yang berbeda yang berada dalam suatu jaringan. Fungsi Rsync ini sangat mirip sekali dengan fungsi scp, mv, cp dan ftp client, serta dapat juga diatur sebagai daemon dan menggantikan HTTP client seperti wget.

Kenapa kita harus menggunakan Rsync?

Berikut adalah beberapa kelebihan Rsync jika dibandingkan tools yang sejenis :

  • Lebih Cepat
    Bagi anda yang pernah menggunakan FTP atau SCP, mungkin anda pernah merasa kesal pada saat menunggu proses transfer filenya yang sangat lama, meskipun sebenarnya koneksi internet anda cepat, secepat kilat. Setidaknya, itulah yang pernah saya alami ketika menggunakan 2 tools tersebut untuk mentransfer file dari komputer lokal saya ke dalam komputer server.Hal yang berbeda justru saya alami ketika melakukan transfer file dengan menggunakan Rsync. Seluruh folder (direktori) berikut file-file dan sub-sub direktori yang terdapat pada direktori tersebut dapat ditransfer dengan sangat cepat, walaupun ukuran direktorinya lumayan besar.Semua itu dapat terjadi dikarenakan Rsync dapat melakukan pipelining. Pipelining adalah teknik yang digunakan untuk merealisasi Parallel Processing, yaitu dengan membagi operasi ke dalam k-stage (beberapa tingkatan) atau sub-operasi, sehingga pada satu saat ada k operasi berjalan yang sekaligus. Dengan pipelening ini, maka pekerjaan yang dilakukan oleh Rysnc jauh lebih cepat dan lebih efektif jika dibandingkan pekerjaan yang dilakukan oleh FTP atau SCP yang tidak dapat melakukan pipelening.
  • Hemat Bandwidth
    Bagi anda yang menggunakan jaringan internet pasti selalu memikirkan bandwidth atau kuota. Meskipun bandwidth anda cukup melimpah, tapi jika ada cara untuk menghemat bandwidth tersebut kenapa tidak?.Rsync mempunyai alogaritma khusus yang disebut dengan alogaritma Rsync. Alogaritma ini berguna untuk melakukan pengecekan perbandingan checksum terhadap blok-blok dalam file di kedua sisi, baik sisi pengirim maupun sisi penerima.Misalnya, pada saat anda ingin mengirim file, tapi ternyata file tersebut sudah ada di pihak (path) penerima dengan versi yang berbeda (misalnya ukurannya lebih kecil atau lebih besar atau terdapat perbedaan karena versinya lebih lama), maka Rsync hanya akan mengirimkan seberapa besar perbedaan tersebut, sehingga dengan cara seperti ini yang akan lebih dapat menghemat bandwidth internet anda.
  • Lebih Fleksibel
    Rsync dapat digunakan sesuai dengan keperluan anda. Rsync bukan hanya dapat mentransfer satu file saja, tapi Rsync juga dapat mentransfer seluruh direktori, sub direktori dan file-file, bahkan Rsync juga dapat mentransfer owner (user, grup), permission, date created, ACL, dan lain sebagainya.

Syarat Install Dan Menggunakan Rsync

  1. Server Linux
  2. Akses Root
  •  Untuk Server Berbasis Debian atau keturunannya silahkan jalankan perintah dibawah ini.
apt-get install rsync
  •  Untuk Server Berbasis Centos atau Fedora silahkan jalankan perintah dibawah ini.
yum install rsync

Cara Menggunakan Rsync

rsync option folder sumber folder tujuan

Contohnya saya mau backup data server saya yang lama ke server yang baru

rsync -rvzh /home/backup root@192.168.80.28:/home/backup/backup_1

Selanjutnya kalian pasti akan dimintakan password root server baru

Secara default rsync bekerja lewat SSH tapi kalau di server tujuan sudah ada daemonnya maka bisa juga mendengarkan di port 873.

Sekian Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.